apakah rekomendasi yang disampaikan oleh penulis

Ilustrasiseorang pembaca, sumber: pixabay.com. Seorang lelaki tersenyum dan sedang asyik membaca sebuah tulisan. Ia berhasil dihanyutkan oleh penulisnya. Entah secara kebetulan, hal yang dialami penulis sama seperti dirinya. Ada rasa yang berhasil disampaikan. Ada pesan bermanfaat yang mengubahkan kehidupan. IniCiri Surat Rekomendasi yang Baik. Rifa Nadia Nurfuadah, Okezone · Minggu 26 Februari 2012 14:01 WIB. Image: corbis.com. SURAT rekomendasi atau letter of recommendation biasanya menjadi salah satu syarat pendaftaran studi pascasarjana. Surat ini ditulis oleh orang-orang yang dapat memberikan penilaian tentang kinerja dan kepribadianmu pihakberwenang yang ditunjuk oleh perusahaan. Penulis menganalisis data yang berhasil dikumpulkan. Kemudian penulis membuat penilaian berdasarkan model tingkat kemampuan untuk mengetahui tingkat kemampuan perusahaan. Dari langkah-langkah yang telah dilakukan, penulis memberikan rekomendasi dan laporan hasil penelitian yang disampaikan dikajioleh penulis berdasarkan sudut pandang tertentu. Untuk menguatkan gagasan yang disampaikan penulis atau pembicara harus menyertakan alasan-alasan logis. Untuk paham akan arti dari eksposisi, pertama kalian harus merujuk arti dari kata tersebut. Kata eksposisi sendiri terdapat di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI). Rekomendasi/ Penegasan Ulang Rekomendasi atau penengasan ulang adalah penjelasan kembali atas tesis yang sudah disampaikan sebelumnya yang didasari oleh fakta-fakta yang sudah dijabarkan penulis dalam argumentasi. Penegasan ulang biasanya diletakan pada bagian akhir dari teks eksposisi. Ciri-ciri Teks Eksposisi Site De Rencontre Sud De La France. 1. apakah gagasan atau pendapat yang disampaikan penulis dalam teks?2. argumen apa yang from Tantangan Untuk Mencari Rekomendasi TerbaikBanyak orang yang mencari rekomendasi sebelum membeli produk atau memilih layanan tertentu. Hal ini wajar, karena ingin memastikan bahwa keputusan yang diambil benar-benar tepat. Namun, mencari rekomendasi yang terbaik tidak selalu mudah. Terkadang, kita harus mencari informasi dari berbagai sumber, membaca ulasan dari pengguna lain, atau bahkan mencoba sendiri sebelum akhirnya menentukan sebagai orang yang sering memberikan rekomendasi, selalu berusaha untuk memberikan informasi yang akurat dan obyektif. Rekomendasi yang disampaikan bukan hanya berdasarkan pengalaman pribadi, namun juga berdasarkan riset dan analisis yang dilakukan. Selain itu, penulis juga mengambil pendapat dari orang lain untuk memberikan sudut pandang yang lebih Produk yang BerkualitasSaat memilih produk, kita tentu ingin yang terbaik dan sesuai dengan kebutuhan. Namun, kadang kala kita tidak tahu produk mana yang benar-benar berkualitas. Oleh karena itu, penulis selalu melakukan riset dan analisis sebelum memberikan rekomendasi produk. Hal ini dilakukan untuk memastikan bahwa produk yang direkomendasikan benar-benar memiliki kualitas terbaik dan sesuai dengan juga selalu mempertimbangkan harga, ketersediaan, dan layanan purna jual dari produk yang direkomendasikan. Dengan demikian, pembaca tidak hanya mendapatkan produk yang berkualitas, namun juga mendapatkan pengalaman membeli yang Layanan yang MemuaskanSelain produk, penulis juga memberikan rekomendasi layanan yang memuaskan. Layanan yang baik tentu akan membuat pengguna merasa nyaman dan puas. Oleh karena itu, penulis selalu mencari informasi mengenai layanan yang disediakan, mulai dari kualitas layanan, harga, hingga responsifitas dari pihak penyedia juga selalu mencari ulasan dari pengguna lain untuk memberikan gambaran yang lebih lengkap tentang layanan yang direkomendasikan. Dengan begitu, pembaca dapat memilih layanan yang sesuai dengan kebutuhan dan mendapatkan pengalaman yang Berdasarkan Pengalaman PribadiPenulis juga memberikan rekomendasi berdasarkan pengalaman pribadi. Hal ini dilakukan agar pembaca mendapatkan sudut pandang yang lebih personal dan dapat memahami secara lebih jelas tentang produk atau layanan yang penulis tidak hanya mengandalkan pengalaman pribadi dalam memberikan rekomendasi. Penulis juga selalu mencari informasi lain dan mengambil pendapat dari orang lain untuk memberikan sudut pandang yang lebih luas dan yang Dapat DipercayaRekomendasi yang disampaikan oleh penulis dapat dipercaya karena selalu didasarkan pada riset, analisis, dan pengalaman pribadi. Selain itu, penulis juga selalu mencari informasi dari sumber yang juga tidak terikat pada satu merek atau satu penyedia layanan tertentu. Sehingga, rekomendasi yang disampaikan benar-benar obyektif dan dapat dipercaya oleh rekomendasi yang disampaikan oleh penulis dapat diandalkan? Tentu saja, karena selalu didasarkan pada riset, analisis, dan pengalaman pribadi yang obyektif. Penulis juga selalu mencari informasi dari sumber yang terpercaya dan tidak terikat pada satu merek atau satu penyedia layanan membaca rekomendasi yang disampaikan oleh penulis, pembaca dapat memilih produk atau layanan yang sesuai dengan kebutuhan dan mendapatkan pengalaman yang memuaskan. by Jeffe Kennedy As part of the writing and reading community, we all end up recommending books. Sometimes we stumble upon a request and can’t resist replying. Other times, we get tagged in a request—someone will tweet “I love jeffekennedy’s books, but I’ve read them all. What else can I read like those?” Sometimes the request is more direct than that, like when my readers ask me what they should read while they wait for me to write the next book. The subject might come up in an interview or discussion. The request for book recommendations is nearly inevitable in most author public events, no matter the medium. Recently on a virtual panel discussion on my particular subgenre, someone asked “If I’m going to read one book to test out this subgenre, which one book should I try?” There had been a lot of discussion about the subgenre, and a lot of books and authors discussed, but then someone asked for one book representative of the subgenre that they could get to test the waters. Unfortunately, many of the ensuing recommendations, while for wonderful books, were not on target. I see this a lot, where the books that people recommend come nowhere close to satisfying what the asker is looking for. A great, on-target recommendation can be life-changing. We all know that word of mouth—personal recommendations—is still the number one way books get sold. For up-and-coming authors, a single, well-placed recommendation can ignite their career. And the people who do give good book recommendations? These people are pure gold because they serve both authors and readers. They are the best kind of curators, tending a garden of many blooms—and they know exactly which blossoms will suit the visitors to their garden of reading. It’s absolutely an acquired skill. Since authors are so often asked to provide recommendations, it behooves us all to acquire that skill. Here are some simple guidelines for cultivating our own gardens of book recommendations. Create a List This is the garden you draw from, and it’s so helpful to have a list on hand because it saves you from having to make recommendations off the top of your head—which leads to popping off the Big Names. Organize your list by genre, subgenre, and type of author see 2. Start by going through your keeper shelves and add all the books and authors you love. Don’t worry about how long it is—we’ll refine it later. For this first step, throw everything you like on this list. Like any garden, this list will require ongoing care and maintenance. It should be a living document, so you’ll be adding new and exciting species, refining, and increasing variety. Diversify Your List Think of this as enriching the soil of your garden. This takes conscious effort because we all tend to gravitate to certain types of authors. Go through your list and pay attention to how the authors on your list represent ethnicity, race, religion, gender, disability, sexual orientation, and other areas of identity. Authors will often note their identities in their website and/or social media bios this is also a great exercise to observe how often people whose identities fall into what’s considered the default—heterosexual, cis, white, able-bodied, Christian, men, American—don’t note those aspects of their identities. Add copyright dates for each work we’ll get to that in 3. Then run the numbers. Is the male/female balance roughly 50/50? Are there authors who identify as nonbinary? Are there authors of color? Are there LGBTQ+ authors on your list? Do any of the authors identify as disabled? Are there authors of religions or philosophies that are not your own? Are there equivalent numbers of self- and traditionally published works? Please note that I’m not asking you to ever share this list publicly, nor to recommend authors by stating these criteria. This is your own garden blueprint, a study guide for checking your own biases. And this is your opportunity to diversify your reading. Any good gardener loves to visit other gardens for ideas! Check out hashtags like ownvoices and weneeddiversebooks for lists of authors to add to your reading. This is something we should all be doing anyway, both as authors studying our craft and to provide good book recommendations. Put Current Works on Your List It’s always fun to add new plants to the garden, but it does require some trips to the nursery. Look at those copyright dates. How many books were published more than two years ago? Five years? Ten? Twenty-five, fifty or more? For reference, if you’re always recommending Tolkien’s The Lord of the Rings, that was first published in 1954 and 1955. At the time of this writing, that makes The Fellowship of the Ring over sixty-six years old. No, you don’t have to take it off your recommendation list, but ask yourself honestly if it’s the type of book being asked for—and create a spread in your list as follows Create time divisions. Totally up to you how you stratify the books, but I suggest something like this Books published in the last two years 20% Books published two to five years ago 30% Books published five to ten years ago 30% Books published ten to twenty-five years ago 10% Books published more than twenty-five years ago 10% Examine the gaps. You might see there are big holes in your timeline of books, and that’s where you’ll have to put in the work. Many of our favorite books are from the first twenty or so years of our lives. You can keep those, but pick and choose carefully. Start reading newer stuff. We get busy, and it’s hard to keep up with all the new stuff. But if we’re going to stay relevant—as writers, as recommenders, and as human beings in a dynamic culture—we have to read the newer works. You don’t have to read all of every book. Look at the process as refilling the well. Even if you don’t like some of what you taste, at least you’re getting familiar with the array of flavors out there. But how do you find those books? Use the demographic gaps as a starting place; look for the hashtags and lists mentioned in 2. Ask for recommendations yourself! And while you’re at it, pay attention to the recs that fail to meet your parameters and learn from them. Look at award finalists and nominees in your genres. I’ll add the caveat here that you shouldn’t look only at these because awards can be incestuous, with the same names recurring regularly. Pick books at random! Grab books from the library or sample them on your eReader. Look for sales and book giveaways. Try stuff just because. Revisit Your List Regularly, Prune, and Fertilize When you discover a new book or author you love, add them to the list. You’ll find some stuff drops off as you add newer works. That’s normal. Plants age and stop producing the same blooms. They can be rotated out. Keep a master list, and then refine by subgroups so you’re ready to consult those lists when the questions come up. You’ll have a ready and relevant set of recommendations to offer. Consider Your Motivations When you ready those book recommendations, make sure you’re really answering the question. Did the visitor to your garden ask for a rose or a handful of berries? This is an opportunity to hand someone a gift that might be life-changing, so consider your intentions in giving it to them. Be Honest and Authentic This should go without saying, but don’t recommend a book you haven’t read, at least in part. This is your garden, a reflection of you. The authenticity of our book recommendations is something of value to ourselves and our readers. Remember, this is about improving your own recommendations. No one is keeping score. We’re just all trying to do better. Jeffe Kennedy is an award-winning author whose works include non-fiction, poetry, short fiction, and novels. Her most recent works include the traditionally published fantasy series The Twelve Kingdoms, The Forgotten Empires, and The Uncharted Realms, and her self-published fantasy series Sorcerous Moons. She lives in Santa Fe, New Mexico with two Maine coon cats, numerous free-range lizards, and a very handsome Doctor of Oriental Medicine. Jeffe can be found online at her website every Sunday at the SFF Seven blog, on Facebook, on Goodreads, and on Twitter jeffekennedy. She is represented by Sarah Younger of Nancy Yost Literary Agency. A. Menginterpretasi Makna dalam Eksposisi Ind 1 Mengidentiikasi permasalahan yang dibahas dalam teks eksposisi yang didengar atau dibaca Ind 2 mengidentiikasi argumentasi yang digunakan untuk memperkuat tesis pernyataan pendapat; Ind 3 Menemukan rekomendasi yang tersaji dalam eksposisi; Ind 4 Membedakan fakta dan opini dalam teks eksposisi PROSES PEMBELAJARAN A KEGIATAN 1 A. Mengidentifikasi Tesis, Argumen, dan Rekomendasi dalam Eksposisi Eksposisi biasa digunakan seseorang untuk menyajikan gagasan. Gagasan tersebut dikaji oleh penulis atau pembicara berdasarkan sudut pandang tertentu. Untuk menguatkan gagasan yang disampaikan, penulis atau pembicara harus menyertakan alasan-alasan logis. Dengan kata lain, ia bertanggung jawab untuk membuktikan, mengevaluasi, atau mengklarifikasi permasalahan tersebut. Bentuk teks ini biasa digunakan dalam kegiatan ceramah, perkuliahan, pidato, editorial, opini, dan sejenisnya. Apersepsi Guru memulai pembelajaran dengan memberikan gambaran tentang manfaat teks eksposisi. Misalnya, teks eksposisi banyak digunakan untuk memberikan penerangan pentingnya mengikuti program keluarga berencana dan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan. Dalam kegiatan tersebut, pembicara harus mampu menyampaikan pendapatnya disertai data pendukung yang kuat agar pendengarnya percaya dengan apa yang disampaikannya. Kegiatan Inti Untuk menyajikan contoh teks eksposisi yang akan dipelajari, guru dapat membacakan teks pidato bahaya pornografi berikut ini. Bila dalam kelas ada siswa yang mempunyai kemampuan berpidato yang bagus, mintalah untuk membacakan teks pidato tersebut. Bila memungkinkan, guru dapat menayangkan rekaman video atau tape recorder berisi seseorang sedang berpidato. Kelas X SMAMASMKMAK 64 Tugas Sebelum siswa menyimak pembacaan pidato baik rekaman video, tape recorder, maupun pembcaan langsung, guru melakukan hal-hal berikut. 1. Memberitahu judul pidato adalah bahaya pornograi. 2. Mengarahkan siswa untuk membuat pertanyaan-pertanyaan umum terkait isi teks pidato. 3. Masalah apa yang dibahas dalam pidato tersebut? 4. Apa pendapat pembicara tentang bahaya pornograi? 5. Bagaimana cara pembicara memperkuat pendapatnya? 6. Argumen apa yang digunakan pembicara untuk menguatkan pendapatnya? 7. Membolehkan siswa mencatat informasi penting selama mendengarkan pembacaan pidato tersebut. Berikut teks pidato yang dapat dibacakan langsung oleh guru atau siswa. Pidato Bahaya Narkoba bagi Generasi Muda Assalamu alaikum wr wb, Salam sejahtera bagi kita semua, Bapak Kepala Sekolah yang saya hormati, Bapak dan Ibu Guru yang saya taati, serta teman-tema yang saya kasihi. Sebelum menyampaikan pidato saya tentang bahaya narkoba bagi generasi muda, izinkanlah saya mengajak Bapak, Ibu, serta hadirin semua untuk mensyukuri nikmat Tuhan. Hanya berkat nikmat Tuhanlah kita dapat bertemu dalam kegiatan seminar hari ini. Sumber Buku Guru Bahasa Indonesia 65 Bapak, Ibu, serta Hadirin yang saya hormati, Dewasa ini, narkoba telah mejadi ancaman yang sangat mengerikan bagi generasi muda yang berarti juga menjadi ancaman bagi keberlangsungan bangsa Indonesia. Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia hingga tanggal 13 mei 2013 mencatat ada narapidana dan tahanan di Indonesia, yang orang di antaranya terkait kasus narkoba. Dari jumlah itu, 759 orang di antaranya adalah produsen narkoba, orang bandar narkoba, orang pengedar narkoba, dan orang penadah. Jumlah penyalah guna narkoba sebanyak 7 juta orang, dan sebagian besar di antaranya adalah para pelajar SMP, SMA, bahkan SD. Bisa jadi, data yang terungkap itu hanya fenomena gunung es, hanya fakta yang terungkap puncaknya saja, sedang fakta yang sebenarnya bisa jadi jauh lebih besar. Narkoba benar-benar membahayakan nasib bangsa ini di masa depan. Efek kerusakan akibat minuman keras dan narkoba ini tidak hanya mengenai diri sendiri, tetapi juga orang-orang di sekitarnya. Tak hanya dalam skala kecil seperti keluarga, tetapi juga dalam skala besar, miras dan narkoba akan menghancurkan sendi-sendi pembangunan nasional. Secara ekonomi, akan sangat banyak dana yang dihambur-hamburkan untuk membeli barang-barang haram itu, kemudian mengobatkan mereka, membiayai berbagai upaya pencegahan bahayanya. Belum lagi, efeknya bagi pertahanan dan keamanan nasional. Hadirin yang saya hormati, Sebagai generasi muda, calon penerus perjuangan bangsa, sudah seharusnya kita menyiapkan diri menjadi generasi yang berkualitas. Upaya menghindarkan diri dari bahaya penyalahgunaan narkoba setidaknya dapat dilakukan melalui tiga cara. Pertama, dari diri sendiri. Artinya, masing-masing kita membentengi diri dari kemungkinan menjadi pengonsumsi narkoba. Hal itu dapat kita lakukan dengan pandai-pandai memilih teman bergaul. Kedua, dengan meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah seraya memohon agar kita terhindar dari bahaya penyalahgunaan miras dan narkoba. Dengan menjalankan semua perintah Allah dan menjauhkan diri dari larangan Allah, kita akan terhindar dari perbuatan-perbuatan tercela. Ketiga, hendaklah kita selalu ingat bahwa apa pun yang kita lakukan hari ini pada dasarnya adalah tabungan masa depan kita. Bila kita menabung kebaikan dan kemuliaan hari ini, maka kebaikan dan kemuliaan itulah yang akan kita petik di masa depan, termasuk di akhirat nanti. Sebaliknya, keburukan yang kita lakukan hari ini, termasuk menghancurkan diri sendiri dengan mengonsumsi narkoba, pada dasarnya adalah menghancurkan masa depan kita sendiri. Hadirin yang saya hormati, Lalu bagaimana dengan mereka yang sudah telanjur menjadi pengguna narkoba? Jangan berputus asa. Segeralah bertaubat, berhenti mengonsumsinya, ikuti rehabilitasi, putuskan segala hal yang memungkinkan kita akan terhubung kembali dengan para bandar dan pengguna narkoba. Akhirnya, demikian yang dapat saya sampaikan. Semoga bermanfaat dan menginspirasi. Terima kasih, Wassalamu alaikum wr wb. Kelas X SMAMASMKMAK 66 Selesai pembacaan teks pidato, atau selesai penayangan video, guru membimbing siswa untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan umum yang telah disiapkan. Agar kegiatan tanya jawab dapat mengarah pada peningkatan pemahaman siswa akan teks eksposisi, guru harus mengarahkan diskusi kelas agar pertanyaan mengarah pada isi teks eksposisi yaitu a pendapat tesis apa yang disampaikan dan b argumen atau pendukung yang digunakan untuk men guatkan pendapatnya. Guru menggunakan tabel contoh berikut. Pada bagian yang dikosongkan, guru mengajak siswa mendiskusikan. Dengan demikin terjadi kegiatan yang berpusat pada siswa. Contoh Jawaban Pendapat yang disampaikan Argumen yang disampaikan Narkoba berbahaya bagi generasi muda 1. Jumlah penyalah guna narkoba sebanyak 7 juta orang, dan sebagian besar di antaranya adalah para pelajar SMP, SMA, bahkan SD. 2. Efek kerusakan akibat minuman keras dan narkoba ini tidak hanya mengenai diri sendiri, tetapi juga orang-orang di sekitarnya. 3. Tak hanya dalam skala kecil seperti keluarga, tetapi juga dalam skala besar, miras dan narkoba akan menghancurkan sendi-sendi pembangunan nasional. 4. Secara ekonomi, akan sangat banyak dana yang dihambur- hamburkan untuk membeli barang-barang haram itu, kemudian mengobatkan mereka, membiayai berbagai upaya pencegahan bahayanya. Rekomendasi Generasi muda, calon penerus seharusnya kita menyiapkan diri menjadi generasi yang berkualitas dengan tiga cara Buku Guru Bahasa Indonesia 67 Petunjuk untuk Guru Setelah waktu yang disediakan habis, guru meminta salah satu kelompok mempresentasikan hasil kerjanya. Kelompok lain memberikan tanggapan baik berupa pertanyaan maupun saran. Dalam proses diskusi , guru membimbing siswa agar mengeksplorasi isi teks pidato seluas-luasnya, tetapi tetap memperhatikan alokasi waktu yang tersedia. Aktivitas lain yang dapat dilakukan guru adalah a menggiring siswa untuk mencari tahu makna kata sulit dalam teks eksposisi dengan menggunakan kamus, b menyampaikan pendapat disertai argumen tentang bahaya pornograi pada saat menyampaikan tanggapan. Setelah selesai bertanya jawab untuk menentukan tesis dan argumen teks eksposisi, untuk menguatkan pemahman siswa, guru kemudian menugaskan siswa secara berkelompok untuk mengerjakan tugas 1 pada kegiatan A. Tugas yang disampaikan guru adalah membaca teks Pembangunan dan Bencana Lingkungan berikut ini kemudian mengerjakan tugas-tugas di bawahnya. Waktu yang disediakan untuk menyelesaikan tugas ini maksimal 20 menit. Contoh Jawaban Pembangunan dan Bencana Lingkungan Sumber Bumi saat ini sedang menghadapi berbagai masalah lingkungan yang serius. Enam masalah lingkungan yang utama tersebut adalah ledakan jumlah penduduk, penipisan sumber daya alam, perubahan iklim global, kepunahan tumbuhan dan hewan, kerusakan habitat alam, serta peningkatan polusi dan kemiskinan. Dari hal itu dapat dibayangkan betapa besar kerusakan alam yang terjadi karena jumlah populasi yang besar, konsumsi sumber daya alam dan polusi yang meningkat, sedangkan teknologi saat ini belum dapat menyelesaikan permasalahan tersebut. Kelas X SMAMASMKMAK 68 Para ahli menyimpulkan bahwa masalah tersebut disebabkan oleh praktik pembangunan yang tidak memperhatikan kelestarian alam, atau disebut pembangunan yang tidak berkelanjutan. Seharusnya, konsep pembangunan adalah memenuhi kebutuhan manusia saat ini dengan mempertimbangkan kebutuhan generasi mendatang dalam memenuhi kebutuhannya. Penerapan konsep pembangunan berkelanjutan pada saat ini ternyata jauh dari harapan. Kesulitan penerapannya terutama terjadi di negara berkembang, salah satunya Indonesia. Sebagai contoh, setiap tahun di negara kita diperkirakan terjadi penebangan hutan seluas ha atau seluas 50 kali luas kota Jakarta. Hal ini juga diikuti oleh punahnya flora dan fauna langka. Kenyataan ini sangat jelas menggambarkan kehancuran alam yang terjadi saat ini yang diikuti bencana bagi manusia. Pada tahun 2005 - 2006 tercatat terjadi 330 bencana banjir, 69 bencana tanah longsor, 7 bencana letusan gunung berapi, 241 gempa bumi, dan 13 bencana tsunami. Bencana longsor dan banjir itu disebabkan oleh perusakan hutan dan pembangunan yang mengabaikan kondisi alam. Bencana alam lain yang menimbulkan jumlah korban banyak terjadi karena praktik pembangunan yang dilakukan tanpa memerhatikan potensi bencana. Misalnya, banjir yang terjadi di Jakarta pada Februari 2007, dapat dipahami sebagai dampak pembangunan kota yang mengabaikan kerusakan lingkungan dan bencana alam. Menurut tim ahli Pusat Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya Air, penyebab utama banjir di Jakarta ialah pembangunan kota yang mengabaikan fungsi daerah resapan air dan tampungan air. Hal ini diperparah dengan saluran drainase kota yang tidak terencana dan tidak terawat serta tumpukan sampah dan limbah di sungai. Akhirnya debit air hujan yang tinggi menyebabkan bencana banjir yang tidak terelakkan. Masalah lingkungan di atas merupakan masalah serius yang harus segera diatasi. Meskipun tidak mungkin mengatasi keenam masalah utama lingkungan tersebut, setidaknya harus dicari solusi untuk mencegah bertambah buruknya kondisi bumi. Sumber dengan penyesuaian Tugas 1. Apakah gagasan atau pendapat yang disampaikan penulis dalam teks tersebut? 2. Apa argumen yang disampaikan penulis untuk mendukung pendapatnya? 3. Apakah rekomendasi yang disampaikan oleh pembicara? 4. Bagaimana tanggapanmu terhadap rekomendasi yang disampaikan penulis? Buku Guru Bahasa Indonesia 69 Pendapat yang disampaikan Bumi saat ini menghadapi permasalahan yang serius. Argumen yang disampaikan a. Ada enam masalah lingkungan yang utama tersebut adalah ledakan jumlah penduduk, penipisan sumber daya alam, perubahan iklim global, kepunahan tumbuhan dan hewan, kerusakan habitat alam, serta peningkatan polusi dan kemiskinan; b. Kerusakan alam yang terjadi karena jumlah populasi yang besar, konsumsi sumber daya alam dan polusi yang meningkat, sedangkan teknologi saat ini belum dapat menyelesaikan permasalahan tersebut; c. Pada tahun 2005 - 2006 tercatat terjadi 330 bencana banjir, 69 bencana tanah longsor, 7 bencana letusan gunung berapi, 241 gempa bumi, dan 13 bencana tsunami. Rekomendasi Harus dicari solusi untuk mencegah bertambah buruknya kondisi bumi. Tanggapan terhadap rekomendasi Rekomendasi yang disampaikan oleh penulis masih sangat umum. Sebaiknya solusi yang ditawarkan adalah tindakan praktis seperti a menggalakkan kembali gerakan penanaman hutan kembali, b pembangunan lingkungan yang sadar lingkungan, dan c tidak membangun gedung di daerah resapan air. Petunjuk untuk Guru Setelah waktu yang disediakan habis, guru meminta salah satu kelompok mempresentasikan hasil kerjanya. Kelompok lain memberikan tanggapan baik berupa pertanyaan maupun saran. Dalam proses diskusi , guru membimbing siswa agar mengeksplorasi isi teks pidato seluas-luasnya, tetapi tetap memperhatikan alokasi waktu yang tersedia. Aktivitas lain yang dapat dilakukan guru adalah a menggiring siswa untuk mencari tahu makna kata sulit dalam teks eksposisi dengan menggunakan kamus, b menyampaikan pendapat disertai argumen tentang bahaya pornografi pada saat menyampaikan tanggapan. Guru menutup aktivitas pembelajaran bagian ini dengan membimbing siswa membuat simpulan tentang batasan teks eksposisi. Contoh teks eksposisi adalah jenis teks yang digunakan untuk menyampaikan pendapat tentang suatu permasalahan dengan menyajikan argumen pendukung berupa bukti, contoh, atau alasan yang logis. Kelas X SMAMASMKMAK 70 PROSES PEMBELAJARAN A KEGIATAN 2 Membedakan Fakta dan Opini Dalam menyampaikan argumen, pembicara atau penulis dapat menggunakan fakta dan alasan-alasan yang logis. Fakta-fakta disajikan dalam kalimat fakta, sedangkan alasan yang logis disajikan dalam kalimat opini. Coba kamu contoh kalimat-kalimat berikut ini. Kalimat fakta Kementrian Hukum dan Hak Asasi Manusia hingga tanggal 13 mei 2013 mencatat ada narapidana dan tahanan di Indonesia, yang orang di antaranya terkait kasus narkoba. Kalimat opini Sebagai generasi muda, calon penerus perjuangan bangsa, sudah seharusnya kita menyiapkan diri menjadi generasi yang berkualitas. Petunjuk untuk Guru Untuk membelajarkan materi perbedaan fakta dan opini, beberapa contoh apersepsi yang dapat dilakukan guru antara lain a. Mengajukan beberapa pertanyaan untuk menggali pengetahuan siswa tentang fakta dan opini. Misalnya, “Apa yang kalian ketahui tentang fakta?”; “”Apa bedanya dengan opini?”; “Buatlah sebuah kalimat yang mengandung fakta” “Buatlah kalimat yang mengandung opini”, dan sebagainya. b. Menyajikan beberapa kalimat, siswa diminta menentukan kalimat mana yang merupakan kalimat fakta dan kalimat mana yang merupakan opini. Contoh Jawaban Bacalah kembali teks eksposisi berjudul Pembangunan dan Bencana Lingkungan”, kemudian datalah 3 kalimat fakta dan tiga kalimat opini. Kerjakan di buku tugasmu dengan menggunakan tabel berikut ini. Kalimat fakta Kalimat opini Sebagai contoh, setiap tahun di negara kita diperkirakan terjadi penebangan hutan seluas ha atau seluas 50 kali luas kota Jakarta. Hal ini juga diikuti oleh punahnya lora dan fauna langka. Dari hal itu dapat dibayangkan betapa besar kerusakan alam yang terjadi karena jumlah populasi yang besar, konsumsi sumber daya alam dan polusi yang meningkat, sedangkan teknologi saat ini belum dapat menyelesaikan perma-salahan tersebut. Buku Guru Bahasa Indonesia 71 Para ahli menyimpulkan bahwa masalah tersebut disebabkan oleh praktik pembangunan yang tidak memperhatikan kelestarian alam, atau disebut pembangunan yang tidak berkelanjutan. Seharusnya, konsep pembangunan adalah memenuhi kebutuhan manusia saat ini dengan mempertimbangkan kebutuhan generasi mendatang dalam memenuhi kebutuhannya. Pada tahun 2005 - 2006 tercatat terjadi 330 bencana banjir, 69 bencana tanah longsor, 7 bencana letusan gunung berapi, 241 gempa bumi, dan 13 bencana tsunami. Bencana alam lain yang menimbulkan jumlah korban banyak terjadi karena praktik pembangunan yang dilakukan tanpa memerhatikan potensi bencana. Petunjuk untuk Guru Untuk meningkatkan penguasaan siswa dalam menginterpretasi makna eksposisi, guru menugaskan siswa membaca teks berikut ini, kemudian menugaskan mereka untuk mengerjakan tugs-tugas yang disertakan setelah teks berikut. Upaya Melestarikan Lingkungan Hidup Permasalahan seputar lingkungan hidup selalu terdengar mengemuka. Kejadian demi kejadian yang dialami di dalam negeri telah memberi dampak yang sangat besar. Tidak sedikit kerugian yang dialami, termasuk nyawa manusia juga. Namun, hal yang perlu dipertanyakan, apakah pengalaman tersebut sudah cukup menyadarkan manusia untuk melihat kesalahan dalam dirinya? Ataukah manusia justru merasa lebih nyaman dengan sikap menghindar dan menyelamatkan diri dengan tidak memberikan solusi yang lebih baik dan lebih tepat lagi? Banyak usaha yang seharusnya dilakukan oleh manusia dalam upaya pelestarian lingkungan hidup. Upaya yang dimaksud adalah upaya rekonsiliasi, perubahan konsep atau pemahaman tentang alam dan menanamkan budaya pelestari. Sumber ttp Kelas X SMAMASMKMAK 72 Upaya Rekonsiliasi Kerusakan lingkungan hidup dan efeknya terus berlangsung dan terjadi. Manusia cenderung untuk menangisi nasibnya. Lama-kelamaan tangisan terhadap nasib itu terlupakan dan dianggap sebagai embusan angin yang berlalu. Bekas tangisan karena efek dari kerusakan lingkungan yang dialaminya hanya tinggal menjadi suatu memori untuk dikisahkan. Namun, perlu diingat bahwa tidaklah cukup jika manusia hanya sebatas menangisi nasibnya, tetapi pada kenyataannya tidak pernah sadar bahwa semua kejadian tersebut adalah hasil dari suatu perilaku dan tindakan yang patut diperbaiki dan diubah. Setiap peristiwa dan kejadian alam yang diakibatkan oleh kerusakan lingkungan hidup merupakan suatu pertanda bahwa manusia mesti sadar dan berubah. Upaya rekonsiliasi menjadi suatu sumbangan positif yang perlu disadari. Tanpa sikap rekonsiliasi, kejadian-kejadian alam sebagai akibat kerusakan lingkungan hidup hanya akan menjadi langganan yang terus-menerus dialami. Lalu, usaha manusia untuk selalu menghindarkan diri dari akibat kerusakan lingkungan hidup tersebut hendaknya bukan dipahami sebagai suatu kenyamanan saja. Akan tetapi, justru kesempatan itu menjadi titik tolak untuk memulai suatu perubahan. Perubahan untuk dapat mencegah dan meminimalisasi efek yang lebih besar. Jadi, sikap rekonsiliasi dari pihak manusia dapat memungkinkannya melakukan perubahan demi kenyamanan di tengah-tengah lingkungan hidupnya. Perubahan Konsep Manusia Tentang Alam Salah satu akar permasalahan seputar kerusakan lingkungan hidup adalah terjadinya pergeseran pemahaman manusia tentang alam. Berbagai fakta kerusakan lingkungan hidup yang terjadi di tanah air adalah hasil dari suatu pergeseran pemahaman manusia tentang alam. Cara pandang tersebut melahirkan tindakan yang salah dan membahayakan. Misalnya, konsep tentang alam sebagai objek. Konsep ini memberi indikasi bahwa manusia cenderung untuk mempergunakan alam seenaknya. Tindakan dan perilaku manusia dalam mengeksplorasi alam terus terjadi tanpa disertai suatu pertanggungjawaban bahwa alam perlu dijaga keutuhan dan kelestariannya. Banyak binatang yang seharusnya dilindungi justru menjadi korban perburuan manusia yang tidak bertanggung jawab. Pembalakan liar yang terjadi pun tak dapat dibendung lagi. Pencemaran tanah dan air sudah menjadi kebiasaan yang terus dilakukan. Polusi udara sudah tidak disadari bahwa di dalamnya terdapat kandungan toksin yang membahayakan. Jadi, alam merupakan objek yang terus menerus dieksploitasi dan dipergunakan manusia. Berdasarkan kenyatan demikian, diperlukan suatu perubahan konsep baru. Konsep yang dimaksud adalah melihat alam sebagai subjek. Konsep alam sebagai subjek berarti manusia dalam mempergunakan alam membutuhkan kesadaran dan rasa tanggung jawab. Di sini seharusnya manusia dalam hidupnya dapat Buku Guru Bahasa Indonesia 73 menghargai dan mempergunakan alam secara efektif dan bijaksana. Misalnya, orang Papua memahami alam sebagai ibu yang memberi kehidupan. Artinya alam dilihat sebagai ibu yang darinya manusia dapat memperoleh kehidupan. Oleh karena itu, tindakan merusak lingkungan secara tidak langsung telah merusak kehidupan itu sendiri. Contoh Jawaban Tugas 1 1. Temukan pendapat dan argumen yang disampaikan penulis dalam eksposisi di atas dengan mengisi tabel berikut ini. Kamu dapat menambahkan kolom sesuai dengan kebutuhan. Pendapat Argumen Permasalahan seputar lingkungan hidup selalu terdengar mengemuka. Kejadian demi kejadian yang dialami di dalam negeri telah memberi dampak yang sangat besar. Tidak sedikit kerugian yang dialami, termasuk nyawa manusia juga. Salah satu akar permasalahan seputar kerusakan lingkungan hidup adalah terjadinya pergeseran pemahaman manusia tentang alam. Berbagai fakta kerusakan lingkungan hidup yang terjadi di tanah air adalah hasil dari suatu pergeseran pemahaman manusia tentang alam. Cara pandang tersebut melahirkan tindakan yang salah dan membahayakan. Misalnya, konsep tentang alam sebagai objek. Konsep ini memberi indikasi bahwa manusia cenderung untuk mempergunakan alam seenaknya. Tindakan dan perilaku manusia dalam mengeksplorasi alam terus terjadi tanpa disertai suatu pertanggungjawaban bahwa alam perlu dijaga keutuhan dan kelestariannya. Lalu, usaha manusia untuk selalu menghindarkan diri dari akibat kerusakan lingkungan hidup tersebut hendaknya bukan dipahami sebagai suatu kenyamanan saja. Akan tetapi, justru kesempatan itu menjadi titik tolak untuk memulai suatu perubahan. Perubahan untuk dapat mencegah dan meminimalisasi efek yang lebih besar. Jadi, sikap rekonsiliasi dari pihak manusia dapat memungkinkannya melakukan perubahan demi kenyamanan di tengah-tengah lingkungan hidupnya. Kelas X SMAMASMKMAK 74 Berdasarkan kenyatan demikian, diperlukan suatu perubahan konsep baru. Konsep yang dimaksud adalah melihat alam sebagai subjek. Konsep alam sebagai subjek berarti manusia dalam mempergunakan alam membutuhkan kesadaran dan rasa tanggung jawab. Di sini seharusnya manusia dalam hidupnya dapat menghargai dan mempergunakan alam secara efektif dan bijaksana. Misalnya, orang Papua memahami alam sebagai ibu yang memberi kehidupan. Artinya alam dilihat sebagai ibu yang darinya manusia dapat memperoleh kehidupan. Oleh karena itu, tindakan merusak lingkungan secara tidak langsung telah merusak kehidupan itu sendiri. 2. Rangkaikanlah pendapat dan argumen yang kamu temukan dalam sebuah kalimat yang singkat dan jelas. Permasalahan seputar lingkungan hidup selalu terdengar mengemuka karena telah memberi dampak yang sangat besar dan menimbulkan kerugian yang tidak sedikit, termasuk nyawa manusia. Salah satu akar permasalahan kerusakan lingkungan hidup adalah terjadinya pergeseran pemahaman manusia tentang alam yang melahirkan tindakan yang salah dan membahayakan seperti memandng alam sebagai objek. Konsep ini memberi indikasi bahwa manusia cenderung untuk mempergunakan alam seenaknya. Usaha menghindarkan diri dari akibat kerusakan lingkungan hidup hendaknya dijadikan titik tolak untuk memulai suatu perubahan untuk dapat mencegah dan meminimalisasi efek yang lebih besar. Diperlukan perubahan konsep baru yaitu melihat alam sebagai subjek yang berarti manusia dalam mempergunakan alam membutuhkan kesadaran dan rasa tanggung jawab. Contoh Jawaban Tugas 2 Buatlah resume teks Upaya Melestarikan Lingkungan Hidup di atas. Untuk memudahkan pekerjaanmu, temukan gagasan pokok tiap paragraf dalam teks tersebut dengan mengisi tabel berikut ini. Kemudian susunlah resume berdasarkan gagasan-gagasan pokok tersebut. Buku Guru Bahasa Indonesia 75 Petunjuk untuk Guru Pada soal berikutnya, siswa diminta membuat resume teks eksposisi. Guru sebaiknya menjelaskan kepada siswa konsep tentang resume serta bagaimana cara menyusunnya. Guru dapat memulai dengan mengajukan beberapa pertanyaan berikut. 1. Apakah yang dimaksud resume? 2. Apa beda antara resume, ikhtisar, dan ringkasan? 3. Bagaimana cara menyusun resume? Resume disebut juga ringkasan adalah bentuk sajian tulisan ringkas yang merupakan hasil memangkas tulisan asli yang lebih panjang. Tulisan asli diambil pokok-pokok informasi atau gagasan utamanya dan membuang perincian serta ilustrasinya. Resume rangkuman berbeda dengan ikhtisar. Sebuah rangkuman harus tetap memperthankan ide pokok, sudut pandang, dan urutan penyajian penulis aslinya. Berbeda dengan ikhtisar yang memungkinkan penulisnya untuk mengambil pokok- pokok informasi yang penting menurut penulis ikhtisar, bukan berdasar gagasan pokok penulis aslinya. Guru dapat menggunakan tugas 3 dan 4 sebagai pekerjaan rumah yang dikerjakan secara mandiri. Gagasan Pokok Paragraf Resume Permasalahan seputar lingkungan hidup selalu terdengar mengemuka. Permasalahan seputar lingkungan hidup selalu terdengar mengemuka. Banyak usaha yang seharusnya dilakukan oleh manusia dalam upaya pelestarian lingkungan hidup tetapi kerusakan lingkungan hidup dan efeknya terus berlangsung dan terjadi. Setiap peristiwa dan kejadian alam yang diakibatkan oleh kerusakan lingkungan hidup merupakan suatu pertanda bahwa manusia mesti sadar dan berubah. dapat memungkinkan manusia melakukan perubahan demi kenyamanan di tengah- tengah lingkungan hidupnya. Salah satu akar permasalahan seputar kerusakan lingkungan hidup adalah terjadinya pergeseran pemahaman manusia tentang alam yaitu menganggap alam sebagai objek yang terus menerus dieksploitasi dan dipergunakan manusia. Oleh karena itu diperlukan suatu perubahan konsep baru yakni melihat alam sebagai subjek. Banyak usaha yang seharusnya dilakukan oleh manusia dalam upaya pelestarian lingkungan hidup. Kerusakan lingkungan hidup dan efeknya terus berlangsung dan terjadi. Setiap peristiwa dan kejadian alam yang diakibatkan oleh kerusakan lingkungan hidup merupakan suatu pertanda bahwa manusia mesti sadar dan berubah. Jadi, sikap rekonsiliasi dari pihak manusia dapat memungkin-kannya melakukan perubahan demi kenyamanan di tengah-tengah lingkungan hidupnya. Kelas X SMAMASMKMAK 76 Salah satu akar permasalahan seputar kerusakan lingkungan hidup adalah terjadinya perge- seran pemahaman manusia tentang alam. Jadi, alam merupakan objek yang terus menerus dieksploitasi dan dipergunakan manusia. Berdasarkan kenyatan demikian, diperlukan suatu perubahan konsep baru. Konsep yang dimaksud adalah melihat alam sebagai subjek. Seringkali eksposisi diikuti dengan rekomendasi untuk memecahkan permasalahan yang dibahas. Agar dapat memahami rekomendasi yang tepat sesuai dengan permasalahan dalam eksposisi, guru menugaskan siswa untuk mengerjakan tugas berikut. a Datalah rekomendasi yang disampaikan penulis dalam teks tersebut. b Temukan permasalahan kerusakan lingkungan yang terjadi di lingkungan sekitarmu. c Buatlah rekomendasi unuk memecahkan permasalahan tersebut d Lengkapi rekomendasimu dengan argumen yang mendukung. Contoh Jawaban Tugas 3 a Rekomendasi yang disampaikan penulis antara lain Manusia harus mengubah pandangannya terhadap alam, dari memandang alam sebagai obyek menjadi subyek dan seharusnya manusia dalam hidupnya dapat menghargai dan mempergunakan alam secara efektif dan bijaksana. Buku Guru Bahasa Indonesia 77 Jawaban soal b, c, dan d dapat dilihat padatabel berikut ini. Permasalahan Rekomendasi dan argumen Berkurangnya lahan resapan yang menyebabkan banjir saat musim hujan Pemda melarang pembangunan rumah, pabrik atau fasilitas umum lainnya di atas lahan resapan. Lahan resapan biasanya merupakan lahan hijau yang banyak ditmbuhi pepohonan. Akar-akar pepohonan akan menyerap dan menyimpan air di dalam tanah pada saat hujan demikian risiko banjir dapat ditanggulangi. Sering terjadi longsor di bukit perbatasan kota tempat tinggal saya Pemda memberi sanksi yang tegas pada para pembalak liar di bukit tersebut. Longsor terjadi karena gundulnya hutan di bukit tersebut. Gundulnya bukit tersebut disebabkan ulah tidak bertanggung jawab para pembalak liar. Bau tidak sedap di sekitar pabrik tahu akibat pembuangan limbah tahu ke sungai. Limbah pabrik tahu yang dibuang ke sungai menimbulkan bau tidak sedap. Tak hnya itu, ikn-ikan di sungai yang dulu banyak sekarang sepertinya tak ada lagi. Limbah pabrik tahu telah meracuni ikan-ikan di sana. Oleh karena itu pabrik tahu harus membuat sistem pengolah limbah yang ramah lingkungan. B. Mengembangkan Isi Eksposisi A. Menginterpretasi Makna dalam Teks EksposisiSetelah mempelajari materi ini, kamu diharapkan mampu1. mengidentifikasi tesis, argumen, dan rekomendasi dalam eksposisi;2. membedakan fakta dan opini dalam teks oksposisi. Eksposisi biasa digunakan seseorang untuk menyajikan tersebut dikaji oleh penulis atau pembicara berdasarkan sudut pandang tertentu. Untuk menguatkan gagasan yang disampaikan, penulis atau pembicara harus menyertakan alasan-alasan logis. Dengan kata lain, ia bertanggung jawab untuk membuktikan, mengevaluasi, atau mengklarifikasi permasalahan tersebut. Bentuk teks ini biasa digunakan dalam kegiatan ceramah, perkuliahan, pidato, editorial, opini, dan dapat memahami teks eksposisi dengan baik, lakukan aktivitas pembelajaran berikut 1 Mengidentifikasi Tesis, Argumen, dan Rekomendasi dalamTeks EksposisiKegiatan mendengarkan dan membaca teks eksposisi banyak sekali manfaatnya. Salah satunya, kamu akan mengetahui keterkaitan antara permasalahan dengan argumentasi yang disajikan. Dengan menelaah argumentasi yang disampaikan penulis atau pembicara, kamu akan dapat meyakini lalu menerima pendapat yang disampaikan. Namun, jika argumen yang disampaikan lemah dan tidak meyakinkan, kamu dapat saja menolak pendapat yang satu bentuk komunikasi lisan yang menggunakan teks eksposisi adalah berpidato. Sebagaimana diketahui, pidato merupakan kegiatan berbicara di depan umum untuk menyatakan pendapat atau memberikan gambaran tentang suatu bagian ini kamu akan belajar untuk memahami isi teks eksposisi lisan pidato. Untuk itu, tutuplah bukumu dan dengarkanlah pembacaan pidato yang akan dibacakan guru atau temanmu. Untuk dapat menangkap maknanya dengan baik, ikutilah petunjuk Hasil Revisi1. Sebelum mendengarkan pidato berjudul Bahaya Narkoba cermatilah pertanyaan-pertanyaan umum berikut Indonesia Bahasa Indonesiab. Apa pendapat pembicara tentang bahaya narkoba?c. Bagaimana cara pembicara memperkuat pendapatnya?d. Argumen apa yang digunakan pembicara untuk menguatkan pendapatnya?2. Catatlah informasi penting yang kamu temukan selama mendengarkan pembacaan pidato Narkoba bagi Generasi MudaSumber alaikum warahmatullahi wabarakatuh, Salam sejahtera bagi kita semua”Bapak Kepala Sekolah yang saya hormati, Bapak dan Ibu Guru yang saya taati, serta teman-teman yang saya kasihi. Semoga aktivitas kita pada hari ini menjadi amal kebaikan bagi kita menyampaikan pidato tentang bahaya narkoba bagi generasi muda, izinkanlah saya mengajak Bapak, Ibu, serta hadirin semua untuk mensyukuri nikmat Tuhan. Hanya berkat nikmat Tuhanlah kita dapat bertemu dalam kegiatan seminar hari Ibu, serta hadirin yang saya hormati, Dewasa ini, narkoba telah mejadi ancaman yang sangat mengerikan bagiBuku Hasil Revisigenerasi muda yang berarti juga menjadi ancaman bagi keberlangsungan bangsa Hukum dan Hak Asasi Manusia hingga tanggal 13 Mei 2013 mencatat ada narapidana dan tahanan di Indonesia, orang di antaranya terkait kasus narkoba. Dari jumlah itu, 759 orang di antaranya adalah54 Kelas X SMA/MA/SMK/MAK 54 Kelas X SMA/MA/SMK/MAKNarkoba benar-benar membahayakan nasib bangsa ini di masa depan. Efek kerusakan akibat narkoba ini tidak hanya mengenai diri sendiri, tetapi juga orang- orang di sekitarnya. Tak hanya dalam skala kecil seperti keluarga, tetapi juga dalam skala besar, miras, dan narkoba akan menghancurkan sendi-sendi pembangunan nasional. Secara ekonomi, akan sangat banyak dana yang dihambur-hamburkan untuk membeli barang-barang haram itu, kemudian mengobati mereka, membiayai berbagai upaya pencegahan bahayanya. Belum lagi, efeknya bagi pertahanan dan keamanan yang saya hormati, Sebagai generasi muda, calon penerus perjuangan bangsa, sudah seharusnyakita menyiapkan diri menjadi generasi yang berkualitas. Upaya menghindarkan diri dari bahaya penyalahgunaan narkoba setidaknya dapat dilakukan melalui tiga cara. Pertama, dari diri sendiri. Artinya, masing-masing kita membentengi diri dari kemungkinan menjadi pengonsumsi narkoba. Hal itu dapat kita lakukan dengan pandai-pandai memilih teman bergaul. Kedua, dengan meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah seraya memohon agar kita terhindar dari bahaya penyalahgunaan miras dan narkoba. Dengan menjalankan semua perintah Allah dan menjauhkan diri dari larangan Allah, kita akan terhindar dari perbuatan- perbuatan tercela. Ketiga, hendaklah kita selalu ingat bahwa apa pun yang kita lakukan hari ini pada dasarnya adalah tabungan masa depan kita. Bila kita menabung kebaikan dan kemuliaan hari ini, maka kebaikan dan kemuliaan itulah yang akan kita petik di masa depan, termasuk di akhirat nanti. Sebaliknya, keburukan yang kita lakukan hari ini, termasuk menghancurkan diri sendiri dengan mengonsumsi narkoba, pada dasarnya adalah menghancurkan masa depan kita yang saya hormati, Lalu bagaimana dengan mereka yang sudah telanjur menjadi penggunanarkoba? Jangan berputus asa. Segeralah bertaubat, berhenti mengonsumsinya, ikuti rehabilitasi, putuskan segala hal yang memungkinkan kita akan terhubung kembali dengan para bandar dan pengguna demikian yang dapat saya sampaikan. Semoga bermanfaat dan Hasil RevisiTerima kasih, Wassalamu alaikum warahmatullahi IndonesiaSekarang, cobalah lanjutkan analisis isi pidato di atas dengan mengisi tabel berikut yang DisampaikanArgumen yang DisampaikanNarkoba berbahaya bagi1. Jumlah penyalah guna narkobagenerasi mudasebanyak 7 juta orang, dan sebagian besar di antaranya adalah para pelajar SMP, SMA, bahkan muda, calon penerus seharusnya kita menyiapkan diri menjadi generasi yang berkualitas dengan tiga teks Pembangunan dan Bencana Lingkungan berikut ini kemudian kerjakan tugas-tugas di dan Bencana LingkunganBumi saat ini sedang menghadapi berbagai masalah lingkungan yang serius. Enam masalah lingkungan yang utama tersebut adalah ledakan jumlah penduduk, penipisan sumber daya alam, perubahan iklim global, kepunahan tumbuhan dan hewan, kerusakan habitat alam, serta peningkatan polusi dan kemiskinan. Dari hal ituBuku Hasil Revisidapat dibayangkan betapa besar kerusakan alam yang terjadi karena jumlah populasi yang besar, konsumsi sumber daya alam dan polusi yang meningkat, sedangkan teknologi saat ini belum dapat menyelesaikan permasalahan http-// Kelas X SMA/MA/SMK/MAKPara ahli menyimpulkan bahwa masalah tersebut disebabkan oleh praktik pembangunan yang tidak memerhatikan kelestarian alam, atau disebut pembangunan yang tidak berkelanjutan. Seharusnya, konsep pembangunan adalah memenuhi kebutuhan manusia saat ini dengan mempertimbangkan kebutuhan generasi mendatang dalam memenuhi konsep pembangunan berkelanjutan pada saat ini ternyata jauh dari harapan. Kesulitan penerapannya terutama terjadi di negara berkembang, salah satunya Indonesia. Sebagai contoh, setiap tahun di negara kita diperkirakan terjadi penebangan hutan seluas ha atau seluas 50 kali luas kota Jakarta. Hal ini juga diikuti oleh punahnya flora dan fauna langka. Kenyataan ini sangat jelas menggambarkan kehancuran alam yang terjadi saat ini yang diikuti bencana bagi tahun 2005 - 2006 tercatat, telah terjadi 330 bencana banjir, 69 bencana tanah longsor, 7 bencana letusan gunung berapi, 241 gempa bumi, dan 13 bencana tsunami. Bencana longsor dan banjir itu disebabkan oleh perusakan hutan dan pembangunan yang mengabaikan kondisi alam lain yang menimbulkan jumlah korban banyak terjadi karena praktik pembangunan yang dilakukan tanpa memerhatikan potensi bencana. Misalnya, banjir yang terjadi di Jakarta pada Februari 2007, dapat dipahami sebagai dampak pembangunan kota yang mengabaikan pelestarian tim ahli Pusat Penelitian dan Pengembangan Sumber Daya Air, penyebab utama banjir di Jakarta ialah pembangunan kota yang mengabaikan fungsi daerah resapan air dan tampungan air. Hal ini diperparah dengan saluran drainase kota yang tidak terencana dan tidak terawat serta tumpukan sampah dan limbah di sungai. Akhirnya, debit air hujan yang tinggi menyebabkan bencana banjir yang tidak lingkungan di atas merupakan masalah serius yang harus segera diatasi. Meskipun tidak mungkin mengatasi keenam masalah utama lingkungan tersebut, setidaknya harus dicari solusi untuk mencegah bertambah buruknya kondisi dengan penyesuaianSelanjutnya, diskusikanlah dengan teman-temanmu hal-hal berikut Hasil Revisi1. Apakah gagasan atau pendapat yang disampaikan penulis dalam teks tersebut?2. Argumen apa yang disampaikan oleh penulis untuk mendukung pendapatnya?3. Apakah rekomendasi yang disampaikan oleh penulis? Kerjakan di buku IndonesiaPendapat yang disampaikanArgumen yang disampaikanRekomendasiBerdasarkan analisis di atas, kemukakan pendapatmu apakah rekomendasi yang diajukan penulis efektif untuk dilakukan? Jelaskan pendapatmu!Kegiatan 2 Membedakan Fakta dan OpiniDalam menyampaikan argumen, pembicara atau penulis dapat menggunakan fakta dan alasan-alasan yang logis. Fakta-fakta disajikan dalam kalimat fakta, sedangkan alasan yang logis disajikan dalam kalimat kamu perhatikan contoh kalimat-kalimat berikut ini. Kalimat fakta Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia hinggatanggal 13 Mei 2013 mencatat ada narapidana dan tahanan di Indonesia, yang orang di antaranya terkait kasus opini Sebagai generasi muda, calon penerus perjuangan bangsa, sudah seharusnya kita menyiapkan diri menjadi generasi yang Hasil RevisiDiskusikanlah dengan temanmu, apa perbedaan antara kalimat fakta dan kalimat opini. Selanjutnya, kerjakan tugas-tugas berikut untuk memperkuat pemahamanmu tentang kalimat fakta dan kalimat Kelas X SMA/MA/SMK/MAKTugasBacalah kembali teks eksposisi berjudul Pembangunan dan Bencana Lingkungan”. Kemudian, datalah 3 kalimat fakta dan tiga kalimat opini. Kerjakan di buku tugasmu dengan menggunakan tabel berikut FaktaKalimat OpiniUntuk meningkatkan penguasaan kamu dalam menginterpretasi makna teks eksposisi, bacalah teks berikut Melestarikan Lingkungan HidupPermasalahan seputar lingkungan hidup selalu terdengar mengemuka. Kejadian demi kejadian yang dialami di dalam negeri telah memberi dampak yang sangat besar. Tidak sedikit kerugian yang dialami, termasuk nyawa Hasil RevisiNamun, hal yang perluSumber ttp// Indonesia Bahasa IndonesiaBanyak usaha yang seharusnya dilakukan oleh manusia dalam upaya pelestarian lingkungan hidup. Upaya yang dimaksud adalah upaya rekonsiliasi, perubahan konsep atau pemahaman tentang alam, dan menanamkan budaya RekonsiliasiKerusakan lingkungan hidup dan efeknya terus berlangsung dan terjadi. Manusia cenderung untuk menangisi nasibnya. Lama-kelamaan tangisan terhadap nasib itu terlupakan dan dianggap sebagai embusan angin yang berlalu. Bekas tangisan karena efek dari kerusakan lingkungan yang dialaminya hanya tinggal menjadi suatu memori untuk dikisahkan. Namun, perlu diingat bahwa tidaklah cukup jika manusia hanya sebatas menangisi nasibnya, tetapi pada kenyataannya tidak pernah sadar bahwa semua kejadian tersebut adalah hasil dari perilaku dan tindakan yang patut diperbaiki dan peristiwa dan kejadian alam yang diakibatkan oleh kerusakan lingkungan hidup merupakan suatu pertanda bahwa manusia mesti sadar dan berubah. Upaya rekonsiliasi menjadi suatu sumbangan positif yang perlu disadari. Tanpa sikap rekonsiliasi, kejadian-kejadian alam sebagai akibat kerusakan lingkungan hidup hanya akan menjadi langganan yang terus-menerus usaha manusia untuk selalu menghindarkan diri dari akibat kerusakan lingkungan hidup tersebut hendaknya bukan dipahami sebagai suatu kenyamanan saja. Akan tetapi, justru kesempatan itu menjadi titik tolak untuk memulai suatu perubahan. Perubahan untuk dapat mencegah dan meminimalisasi efek yang lebih besar. Jadi, sikap rekonsiliasi dari pihak manusia dapat memungkinkannya melakukan perubahan demi kenyamanan di tengah-tengah lingkungan Konsep atau Pemahaman Manusia tentang AlamSalah satu akar permasalahan seputar kerusakan lingkungan hidup adalah terjadinya pergeseran pemahaman manusia tentang alam. Berbagai fakta kerusakan lingkungan hidup yang terjadi di tanah air adalah hasil dari suatu pergeseran pemahaman manusia tentang alam. Cara pandang tersebut melahirkan tindakan yang salah dan membahayakan. Misalnya, konsep tentang alam sebagai objek. Konsep ini memberi indikasi bahwa manusiaBuku Hasil Revisi60 Kelas X SMA/MA/SMK/MAK 60 Kelas X SMA/MA/SMK/MAKBanyak binatang yang seharusnya dilindungi justru menjadi korban perburuan manusia yang tidak bertanggung jawab. Pembalakan liar yang terjadi pun tak dapat dibendung lagi. Pencemaran tanah dan air sudah menjadi kebiasaan yang terus dilakukan. Polusi udara sudah tidak disadari bahwa di dalamnya terdapat kandungan toksin yang membahayakan. Jadi, alam merupakan objek yang terus menerus dieksploitasi dan dipergunakan kenyatan demikian, diperlukan suatu perubahan konsep baru. Konsep yang dimaksud adalah melihat alam sebagai subjek. Konsep alam sebagai subjek berarti manusia dalam mempergunakan alam membutuhkan kesadaran dan rasa tanggung jawab. Di sini seharusnya manusia dalam hidupnya dapat menghargai dan mempergunakan alam secara efektif dan bijaksana. Misalnya, orang Papua memahami alam sebagai ibu yang memberi kehidupan. Artinya, alam dilihat sebagai ibu yang darinya manusia dapat memperoleh kehidupan. Oleh karena itu, tindakan merusak lingkungan secara tidak langsung telah merusak kehidupan itu dengan penyesuaianTugas 11. Temukan pendapat dan argumen yang disampaikan penulis dalam eksposisi di atas dengan mengisi tabel berikut ini. Kamu dapat menambahkan kolom sesuai dengan Hasil RevisiBahasa Indonesia2. Rangkaikanlah pendapat dan argumen yang kamu temukan dalam sebuah kalimat yang singkat dan 2Buatlah ringkasan teks Upaya Melestarikan Lingkungan Hidup di atas. Untuk memudahkan pekerjaanmu, temukan gagasan pokok setiap paragraf dalam teks tersebut dengan mengisi tabel berikut ini. Kemudian susunlah ringkasan berdasarkan gagasan-gagasan pokok Pokok ParagrafRingkasanTugas 3Seringkali teks eksposisi diikuti dengan rekomendasi untuk memecahkan permasalahan yang dibahas. Agar dapat memahami rekomendasi yang tepat sesuai dengan permasalahan dalam eksposisi, kerjakan tugas Datalah rekomendasi yang disampaikan penulis dalam teks Hasil Revisi2. Temukan permasalahan kerusakan lingkungan yang terjadi di lingkungan sekitarmu. Buatlah rekomendasi untuk memecahkan permasalahan tersebut!3. Lengkapi rekomendasimu dengan argumen yang Kelas X SMA/MA/SMK/MAK

apakah rekomendasi yang disampaikan oleh penulis